Rumah Kita Rumah Pancasila

Rumah Kita, Rumah Pancasila. Rumah besar kita semua, rupa-rupa penghuninya, beragam agamanya, sukunya, budayanya, adat-istiadatnya, bahasa, perawakan hingga perilaku dan kebiasaannya.

Kita menjalani hidup, penghidupan dan kehidupan di Rumah Kita. Mulai dari terbesar Rumah Negara, Rumah Provinsi, Rumah Kabupaten/Kota, Rumah Kecamatan, Rumah Kelurahan/Desa, Rumah RW, Rumah RT, hingga terkecil Rumah Keluarga.

Selain itu ada pula rumah lain sebagaimana pekerjaan, aktifitas atau kebiasan kita, seperti Rumah Kantor, Rumah Usaha, Rumah Kampus, Rumah Sekolah, Rumah Ibadah, Rumah Organisasi/Kelompok dan rumah-rumah lainnya.

Tentu setiap rumah tersebut memiliki aturan, keyakinan dan tujuan yang berbeda dimana setiap penghuninya terikat dengan hal tersebut. Wajib mendapatkan hak dan wajib melaksanakan kewajiban pada setiap rumah yang dihuninya.

Tapi ada satu hal yang selalu relevan dimanapun dan apapun rumah yang kita huni, hal yang merupakan filosofis dan fundamental dari bangsa Indonesia, yang sesuai dengan aturan, kayakinan dan tujuan rumah kita semua. Itulah nilai-nilai Pancasila.

Sesuai sejarah perjuangan perjalanan bangsa, nilai-nilai Pancasila terbukti dan teruji mempersatukan, menyelamatkan, menjaga dan merawat bangsa Indonesia. Jangan pernah lepas. Bersama kita bersyukur, dan bersabar, bersama kita laksanakan nilai-nilai Pancasila , dimulai dari yang terkecil diri sendiri di Rumah Keluarga hingga yang terbesar di Rumah Negara.

Apakah sudah kita laksanakan Nilai-nilai Ketuhanan sebagaimana agama yang kita anut? Nilai-nilai kemanusian, nilai persatuan, nilai musyawarah dan nilai keadilan sosial?

Dalam memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2021 ini, mulai sekarang mari kita laksanakan hak dan kewajiban kita sebagaimana nilai-nilai filosofis dan fundamental dari Rumah Kita Pancasila.

Hidup adalah perjalanan waktu, jalani sebagaimana waktunya dengan hak dan kewajibannya saat itu juga, jangan ditunda dan menundanya. Tiada hari tanpa Aktivitas untuk selalu beribadah kepada-Nya. Berprikemanusiaan yang adil dan beradab, mengedepankan persatuan, tidak egois dan mau bermusyawarah, serta berkeadilan dalam setiap perkataan dan perbuatan.

Awali segalanya dengan prestasi/teladan (jempol) guna dapat pengakuan untuk memerintah (telunjuk), tidak lupa dengan pendekatan/komunikasi vertikal (Tuhan Yang Maha Esa) dan horizontal (manusia) sebagaimana adanya (jari tengah). Insya Allah dapat kita raih pendapatan (jari manis) dan akhiri dengan rasa syukur serta tidak lupa bersedekah untuk yang kecil/lemah (jari kelingking).

Selamat hari lahir Pancasila.

AGUN GUNANDJAR SUDARSA. Rumah Cuklik, Bogor, Jawa Barat, 31 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *