Sabar & Kerja Keras, Berbuah Hasil Maksimal

Menjalani suatu usaha atau bisnis tidaklah mudah, ada proses yang harus dijalani dengan keringat, air mata dan tentu saja senyuman. “harus fokus, tekun, berani di kritik, mau memperbaiki diri dan inovatif, setelahnya ikhlas , yakin dan berserah diri kepada Allah”, demikian ungkapan hati Lena Alenada, pendiri BILQIS kripik dan sale pisang saat berbincang dengan kangagun.org. Berikut ini selengkapnya :


Sebenarnya peristiwa apa yang dialami usaha BILQIS pada hari ini ?

Alhamdulilah mungkin ini yang dicita-citakan semua pelaku usaha, pada hari ini (Kamis 11 Juni 2020) BILQIS mewakili pelaku usaha ini mulai go internasional, dengan produknya sale goreng lidah. Kebetulan sale goreng lidah ini yang jadi prioritas ekspor hari ini.

Pastinya ada kepuasan tersendiri untuk BILQIS pribadi sebagai pelaku usaha mikro yang modalnya pas-pasan, merasa bangga produknya bisa diekspor ke luar negeri yang selama ini hanya bisa memenuhi didaerah dengan kwantitas yang terbatas dikarena kan SDM-nya, peralatannya dan modalnya tapi itu tidak pernah dijadikan alasan untuk berkecil hati.

Lalu datang  tawaran dari eksportir dan dengan modal nekad BILQIS siap memenuhi tantangan tersebut. Mungkin ada pertimbangan lain pihak eksportir memfasilitasi kebutuhan bahan-bahan yang diperlukan dan karena tanggung jawab serta komitmen semampu BILQIS hal itu kami lakukan. Fantastis,  dalam jangka waktu 4 hari bisa memenuhi 100 bal (4 kuintal sale matang) dengan 2 tungku, yang waktu-waktu biasa dilakukan sampai 10 hari.

Pasti BILQIS punya pengalaman tentang proses menuju impian yang akhirnya terwujud ini, seperti apa kisahnya?

Untuk mewujudkan semua impian itu tidaklah mudah, ada hal-hal yang harus kita ikuti sebagai pelaku usaha yang taat aturan pemerintah. Menurut saya, semua dimulai dari legalitas yang lengkap. Awal mula usaha BILQIS berdiri hanyalah pengrajin babangi yaitu bahan untuk sale goreng karena situasi dan kondisi alam, pisang banyak tapi tidak bisa dijemur maka putar otak bagaimana solusinya, jadilah kripas atau kripik sale yang terbuat langsung dari pisang matang.

Kenapa BILQIS berpikir keras? karena banyak produsen pisang yang bingung kemana menjualnya dengan kapasitas yang banyak dan alhamdulilah lancar ada solusinya buat semua yaitu kripik sale, setelah kita produksi segala dicoba dibikin, lalu kita tawarkan ke warung-warung, toko dengan sistem titip jual, terkadang kita kecewa ada toko yang menolak produk kita tapi itu semua tidak jadi masalah, justru jadi tantangan.

Kemudian BILQIS berusaha ingin melebarkan sayap dan mencari agen langsung dengan berjualan secara kaki lima di Dadaha Tasikmalaya setiap hari minggu yang dikunjungi banyak orang dari berbagai kalangan, dengan membawa semua produk – produk BILQIS dikemas bal-balan, siapa tahu ada yang tertarik dan ingin kerjasama.

Untuk menunjang usaha BILQIS mencari informasi dimana kantor perijinan untuk mengkantongi surat ijin. Kita tidak rumit kumpulkan semua persyaratan dan diproses, sambil berjalan usaha ada yang mau bawa produk kita dengan kemasan bal-balan tapi untuk antar kota kita dituntut lagi punya PIRT (produk industri rumah tangga), itu keluarnya dari dinas kesehatan dan BILQIS pun mencari lagi dimana kantor Dinkes dengan modal nekad kita tanya-tanya bagaimana prosedurnya setelah diproses keluar lah PIRT produk BILQIS.

Tapi tidak cukup sampai disitu untuk ingin lebih luas lagi pengiriman kita dengan legalitas yang lebih lengkap kita nanya lagi, dimana tempat pembuatan sertifikat halal? Ternyata di Indag (dinas perindustrian dan perdagangan). Kebetulan lagi ada program (dari Indag) kita coba-coba masukin semua persyaratan dan pada akhirnya keluar sertifikat halal setelah melalui beberapa tahap yang harus diikuti.

Sekarang BILQIS semakin percaya diri produk nya dengan merk yang sudah lengkap legalitasnya. Tahun 2016, 2017, 2018 tiap tahun  kita program agar semua legalitas beres, kita sengaja kasih deadline waktu agar kerja terukur. Manfaat legalitas produk kita seperti saat ini untuk ekspor (ada tawaran dari eksportir) kita dimintai semua sertifikat legalitas produk, kita tinggal perlihatkan (sudah siap), itu salah satu manfaat dari kesadaran kita untuk mengikuti aturan pemerintah.

Apa arti kata PELUANG, dari kalimat ” kita harus jeli melihat Peluang pasar”?

seperti tadi diceritakan BILQIS produksinya kripik pisang tapi rumah makan meminta BILQIS bikin sale lidah, bagi kita itu peluang dan tantangan,ok kita penuhi dan layani dengan baik sampai berjalan, ternyata kita tidak salah memilih, siap untuk melayani dan memenuhi selera konsumen karena kita jadi bisa produksi banyak variasi.

Lalu tiba-tiba ada peluang lebih besar soal sale lidah, posisi kita sudah tidak risau dan sudah siap dengan produk kita. Jadi pelajarannya kita sebagai pelaku usaha terutama dibidang makanan ringan jangan MONOTON hanya itu-itu saja yang dijadikan andalan, ada disisi lain yang orang lain tiddk mau produksi karna tingkat kesulitan mengolahnya tinggi tetapi justru menjadi peluang pasar yang lebih bagus.

Saat permintaan produk lesu dan produk di bilang buruk, apa kiat BILQIS agar tidak menyerah dan tetap semangat?

Pastinya kita berserah  diri kepada Allah SWT dan kita semakin dekat dengan-NYA. Sebagai pelaku usaha pasti selalu ada jalan keluar dan pasti ada peluang usaha yang lain (bukan meninggalkan usaha yang ada) untuk bertahan kita lihat peluang usaha pada saat itu.

Saya pribadi orangnya gak bisa diam karena “tiada hari tanpa aktivitas”. Contohnya saat pandemi Covid-19 ini, untuk bertahan hidup dan mempertahankan energi berbisnis BILQIS, saya beralih jualan ayam karena apa? Pada saat bulan Ramadhan harga ayam murah dan konsumsi meningkat jadilah itu peluang usaha untuk kita tetap bertahan, bersemangat menghadapi keadaan.

Ada sikap tidak lekas puas dan terus memacu diri untuk lebih baik lagi, seperti apa bagi BILQIS sikap tersebut?

PR kedepan BILQIS :

  1. Mempersiapkan sumber daya manusia, melatih dengan skill yang baik
  2. Sarana perlengkapan yang membantu menambah produksi
  3. Modal untuk memperlancar produktifitas

Jadi sebenarnya BILQIS melihatnya bukan sebagai masalah, cuma kendala saja. Masalah itu kalau kita produksi tapi bingung memasarkannya. Kalau BILQIS itu sudah ada yang siap menampung cuma kendalanya di 3 hal tadi, untuk lebih besar lagi kwantitas yang didapat. Tidak dipungkiri kalau BILQIS ini prioritas karena sudah siap (produk dan legalitas) jadi peluangnya lebih besar.

Bupati Kab.Ciamis Bapak Herdiat Sunarya berdialog dengan Eksportir Bapak Muchamad Taufik dan Pendiri BILQIS Lena Alenada

Apa arti kata INVESTOR dan KARYAWAN dimata BILQIS ?

Menurut saya, Investor itu sebagai partner kita dalam keuangan untuk melancarkan produktifitas, tidak harus menjadi raja karena kita sama-sama saling menguntungkan. Karyawan yaitu partner dalam bekerja, kita menghargai perannya sebgai orang yang membantu kita untuk membesarkan usaha kita. Karena bagi saya usaha itu ibadah jadi saling menghargai setiap peran masing-masing.

Turut hadir Bupati dan Wakil Bupat Ciamis pada acara pelepasan eksport tadi, apa artinya bagi BILQIS?

Alhamdulilah, merasa terharu karena sebagai pelaku usaha yang masih belajar seperti saya diberi kepercayaan oleh eksportir sebagai salah satu umkm yang diunggulkan dari Ciamis yaitu sale goreng BILQIS. Juga merasa bangga karena Bupati dan Wakil Bupati juga men-support untuk BILQIS lebih maju lagi. BILQIS akan memberikan produk yang terbaik untuk Ciamis dan akan membantu roda ekonomi di desa dengan membuka lapangan pekerjaan.

Semoga kedepannya BILQIS bisa menambah tungku dan bisa mempekerjakan banyak SDM untuk membantu roda perekonomian daerah yang mati suri karna dampak Covid19. Intinya jangan menyia-nyiakan peluang dan kesempatan . Dulu produk BILQIS kripik manis, lalu karena ada tuntutan rumah makan ingin sale lidah , BILQIS siap melayani dan akhirnya kesempatan besarpun datang sale lidah go to Malaysia.

Berdasarkan pengalaman BILQIS, apa yang seharusnya pemerintah daerah lakukan untuk mendukung usaha mikro menengah?

Seharusnya pemerintah daerah lebih tahu, lebih turun ke lapangan apa yang dibutuhkan, apa kendala yang dialami umkm. Seperti BILQIS yang tinggal di ujung Ciamis tidak pernah tersentuh, kalau kitanya tidak pro aktif mungkin tidak tahu apa-apa seperti banyak umkm lainnya. Lebih didukung lagi umkm terutama yang ada di desa-desa, lebih banyak lagi penyuluhan-penyuluhan ke desa-desa. (banyak potensi Ciamis yang belum tergali).

Lena Alenada, tersenyum berkat kesabaran dan kerja keras

Apa pesan BILQIS sebagai penutup?

Sekal lagi tidak pernah berhenti bersyukur dengan ridho Allah semua ini bisa terjadi tanpa disangka-sangka dan sangat berterima kasih kepada orang-orang yang selalu men-support kepada BILQIS terutama Pak Agun Gunandjar Sudarsa yang tidak pernah lelah menggembleng BILQIS sampai seperti ini. Intinya sabar dan kerja keras akan membuahkan hasil yang maksimal.

8 tanggapan pada “Sabar & Kerja Keras, Berbuah Hasil Maksimal”

  1. Keberhasilan manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Dengan pilihan yang benar, ia akan bersinar”.
    Terus berusaha.. Dan Niatkan Ibadah, insyallah semakin Berkah..!

    1. “Khoerunas Anfauhum Linnas”

      Sukses selalu Teh Lena, Maju Terus UMKM CIAMIS dengan berkolaborasi & Sinergitas maka akan terwujud konsep Bisnis Berjama’ah .. Aamiin Yaa Mujibasailiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *