WAYANG BIMA RAKSASA UNTUK KANG AGUN

Berawal dari kunjungan kang Agun ke kelompok pengrajin ukiran kayu “SAUNG CUKLIK” yang berdomisili di Desa Pamarican, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis Jawa Barat.

Disana banyak sekali hasil-hasil karya seni, dari mulai ukiran patung, pembuatan wayang, ukiran meja dan Kursi, Lemari, Rak buku, pembuatan Golok, Pipa rokok, dan souvenir-souvenir lainnya untuk pajangan dan hiasan ruangan, bahkan jasa pembuatan taman pun bisa mereka kerjakan.

Pada waktu itu beliau “kang Agun” sapaan akrab nyah, sempat bertanya kepada pengrajin wayang yang ada disana, “Kang Ojak namanya.

“kira-kira kalau tokoh atau karkter wayang apa yang cocok dengan saya??

Kang Ojak pun menjawab, “BIMA” pak !!

Karena karaker “BIMA” itu, “Bima memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur, serta menganggap semua orang sama derajatnya !! dan menurut saya itu cocok buat pak Agun, begitu ujar Kang Ojak kepada kang Agun waktu itu.

Akhirnya setelah mendengar penjelasan seperti itu, Kang Agun tersenyum dan berkata, “Kalau lah memang tokoh dan karakter “BIMA” cocok untuk saya, di sela sela waktu luang kalian, apabila tidak sedang menggarap orderan, maka saya minta tolong buatkan Wayang tokoh”BIMA” !!

Bahkan kang Agun meminta untuk di buatkan wayang BIMA berukuran besar, kalau bisa sebesar ukuran manusia.

Akhirnya para pengrajin dari “SAUNG CUKLIK” pun dengan rasa bangga, dan tanggung jawab, menerima perminta’an beliau untuk membuat wayang Bima tesebut.

Karena itu adalah sebuah tantangan, berikut pembelajaran yang sangat berharga.

Tepat pada tanggal 3 Agustus 2020, mulailah Para pengrajin dari “SAUNG CUKLIK” yang di Pelopori oleh kang Saeful, selaku ketua kelompok “SAUNG CUKLIK”, mengatur anggotanya yang terdiri dari 5 orang, Yakni :

1. Kang Ojak

2. Kang Kujay

3. Kang Heris

4. Kang Age dan

5. Kang Hadim

Untuk memulai proses pembuatan wayang tersebut dengan di awali mencari bahan baku.

Bahan baku kayu yang mereka gunakan berasal dari kayu “Randu” ( Pohon Kapuk/kapas ). Yang berukuran sangat besar. Taksiran umurnya juga kurang lebih, sudah mencapai hampir 100 tahun. Kayu tersebut mereka temukan di pinggir kali Citalahab, tepatnya di Kampung Kebon Tengah Rt. 09 RW 03, Desa Pamarican Kecamatan Pamarican.

Dengan kekompakan, dan bermodalkan rasa semangat, dan rasa tanggung jawab yang tinggi, mereka ber lima berhasil memperoleh kayu tersebut.

Seiring berjalannya waktu, hari demi hari, tiap  ada waktu senggang mereka dengan tekun membentuk kayu itu.

Siang, bahkan sampai larut malam dengan gigihnya mereka terus menorehkan goresan pisau raut dan pahat untuk membentuk wayang BIMA tersebut. Menghaluskannya, mewarnainya,membentuknya.

Tanpa kenal lelah, dan di Niatkan Ibadah, sesuai dengan Filosofi “Tiada Hari Tanpa Aktifitas”, sebagaimana yang di ajarkan kang Agun, mereka dengan ikhlas mengerjakannya.

Lima bulan telah berlalu, tepatnya Tanggal 20 Desember 2020, akhirnya wayang “BIMA” yang begitu gagah, berkarismatik, dan  artistik, Berukuran 2 meter lebih ini bisa berdiri tegak dengan megahnya.

Para pengrajin dari “SAUNG CUKLIK” pun, terharu bangga, telah mampu membuat sosok wayang yang begitu besar. Karena ini kali pertama mereka membuat sosok wayang besar, detail dan rumit.

Sungguh maha karya yang luar biasa, yang bisa mereka kerjakan sekaligus Persembahkan. Dan itu sejarah bagi Mereka .

Wayang BIMA RAKSASA

Ada benarnya bahwa, “Tantangan terbesar bukan saat kita menghadapi kesulitan, tapi saat kita melawan kemalasan diri kita sendiri.

Terus Berkarya !! “Tiada hari tanpa aktifitas !!

Terimaksih kang Agun Gunandjar Sudarsa”, kami persembahkan Wayang “BIMA” Raksasa !! Hasil dari orang-orang Perkasa”, SAUNG CUKLIK.

#Salam Sukses 5 JARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *